Senin, 19 Mei 2014

Just like the 1st Time


Just like the first time... when we met.
like the first time... I saw your smile.
the first time... I kept lookin at your eyes.


when there was the moon at the sky
the lamps turned off by the light of the stars

I found myself lying here beside you
Talked about nothing that I thought it will never coming true

After I left you behind
I just turned back, and I can see you stand

Now I understand

.......
When we laugh and talk all evening,
Which is totally bizarre
Nothing like the life I've led so far

For the first time in forever
There'll be magic, there'll be fun
For the first time in forever
I could be noticed by someone

And I know it is totally crazy
To dream I'd find romance
But for the first time in forever
At least I've got a chance

For the first time in forever
I'm getting what I'm dreaming of
A chance to change my lonely world
A chance to find true love
....................................................................(ost. Frozen)


*Sebetulnya ini mau nyeritain perihal 'kejadian' kemarin malam,
 tapi ujung-ujungnya malah nyanyi lagi... -___-''

Pastinya, terimakasih untuk kamu, yang sudah mau menungguku.
Untuk kamu, yang berusaha berubah meninggalkan keburukan yang dulu.
Kamu, yang bilang ingin selalu bersama ku...


I wont ever forget that night...

Because that was the first time in forever,

I think I wanna love you (again). :)


NB: lebih geje lagi karena pict nya dari film Tangled tapi lagunya ambil dari Frozen... hahahaha

Jumat, 18 April 2014

Unrequited one ~ 안녕...

Kadang saat tahu perasaan yang sesungguhnya, segalanya menjadi serba 'terbatas'.

Yang tadinya bisa saling pandang, jadi terbatas, awkward.
Yang tadinya bisa bebas tertawa, jadi terbatas, tersenyum pun rasanya malu.
Yang tadinya bisa berada di sisinya, jadi terbatas, karena apa? Tak ada status yang jelas?

Kadang ketika perasaan itu tidak dikatakan, ia justru 'tersampaikan'.

Dalam setiap sapaan datarnya, sesungguhnya tersimpan pertanyaan 'apa kau baik-baik saja'.
Dalam setiap tatapan sesaatnya, terlintas perhatian yang tak mungkin diberikan kepada orang lain.

Tapi kenapa...

Ada saat semua itu menjadi 'terlambat'

Saat dia harus kembali pada yang mendampinginya.
Saat aku hanya mungkin memandanginya, bila diizinkan, juga memikirkannya.

Saat itu, dirinya menjadi sangat berharga...

Mungkin tak bisa bersamanya,
mungkin tak boleh memilikinya,
mungkin selamanya menjadi bukan siapa-siapa baginya...

Tapi setiap mengingatku, semoga ia juga akan tersenyum dengan waktu-waktu bahagia itu,
 atau mungkin menangis dengan ketiadaanku...

Tanpa dia, hidupku berhenti... tapi aku tidak mati.
Hanya tak bisa menyentuhnya,
tak bisa bicara dengannya,
tak bisa menghabiskan waktuku untuknya.

Selagi masih 'hidup'
aku ingin tersenyum dan bahagia
aku ingin mengatakan aku menyukainya...

Meski kini aku meninggalkannya,
itu karena aku mencintainya
maka harus kukatakan

안녕.... Goodbye.


(inspired by my 'melodrama' life and K-drama MIMI-ost Because I Love You)

Love this song.... Listen n enjoy it, because I love you :') https://soundcloud.com/k2ost/wendy-because-i-love-you-k2ost

Sabtu, 01 Maret 2014

Buku(ku) di Surga :D

Dari dulu saya cinta mati sama buku...

Bisa bahagia banget menghabiskan waktu seharian sama buku doang.
Bisa ngekek sampe macam orang gila kalo baca komik lucu.
Bisa nangis bombay lebay setengah jam kalo habis baca novel sedih macam punyanya Om Tere Liye.

Dan... saya bakal girang banget setiap menginjakkan kaki ke toko buku.
(FYI, di kampung halaman saya di Sampit nggak ada toko buku gede macam Gramed* ada juga toko buku abal-abal yang jarang update tapi ya alhamdulillah juga sih ketimbang nggak ada blass....)

Salah satu impian saya sejak saya mulai baca majalah Bobo dan baca buku cerita Enid Blyton diselingi novel dewasa Mira W , Gola Gong dan NH.Dini ( pada tau gak penulis-penulis lawas ini? kalo nggak tau yoh wisss....) ,
adalah... bisa ke toko buku dan menemukan buku tulisan saya sendiri.

Jadi ke toko buku itu nggak cuma ngejar novel  best seller karangan Dee sama Dan Brown, atau buku motivasinya mbak Merry Riana, tapi juga sambil nyari buku karya sendiri. Gitu loh maunya....

Dan ternyata sekarang, Alhamdulillah yah, doa dan cita-cita saya terkabul~

Udah bisa nemu buku yang di sampulnya ada nama saya walopun secuil.
 Iya secuil! Soalnya nulisnya rame-rame, keroyokan. Gara-gara ikutan kompetisi menulis dari penerbit buku yang cukup kece, jadinya tulisan saya bisa di publish... ayeeeyyyy...

ALhamdulillah lagi yah, walaupun nulis rame-rame dan sedikit-sedikit, tapi hasil karya saya yang diterbitkan uda lumayan lah ya...

1* Cerita Horor Kota
Ini yang pertama kali, perdana, bikin hepi banget, a huge comeback dimana saya udah lama banget nggak nulis lalu mulai nulis lagi dan alhamdulillah jadiii buku ini... Kumpulan cerita horor dari daerah yang beda-beda, bareng 10 penulis lain yang menang kompetisi plus Mbak Dwitasari yang udah nulis macem-macem.... Bangga mamen! :D *thx Plotpoint*



2* Biarkan Hijabku Berkibar
Ini juga iseng nulis tentang gimana mulanya bisa berjilbab trus bisa berprestasi walaupun pake hijab. Tau-tau dapet kiriman bukunya sama hadiah sertifikat n jilbab gituu... hehehe



3* Lovable & Replacable
Ini juga nulisnya dadakan, pendek pulak. Ternyata lolos juga, bareng banyak banget penulis lainnya tapi rak popo... hahaha. Ditambah lagi dua sohib saya yang juga writer, Dima n Noor, ikutan masuk di kompilasi curhatan cinta galau disini... Makasih DeTeens*




4* Sembilan Sembilan Kosong
Nah, yang ini ceritanya kumpulan cerpen duet gitu. Lagi-lagi saya nggak jauh-jauh, dapet temen duetnya si Hendra anak tekim undip juga,,, tsaaahh hahaha. Walopun sebagian besar dari saya, tapi tetep tanpa dia saya nggak bisa ikutan kompetisi ini haha. Dan akhirnya, buku ini rilis juga. Makasih DeTeens* lagi... :D (ada tulisan Mas Syaifullan juga disini, kakak kelas saya di tekim yang uda punya dua novel... superb!)



Nah, karena penasaran, udah dua minggu ini saya main ke toko buku di Jakarta (karena sekarang Alhamdulillah juga yah, uda punya kerjaan di Jakarta yeaayyy! :D),
Yang pertama Gramed* di sebuah mall gitu...

Saya sama Dima, yang main dari Karawang, langsung excited masuk toko buku, menuju jajaran novel... liat-liat dengan teliti (berhubung buku kami nggak ada di best seller hahaha- Aku RaPoPo)...

Dan akhirnyaaaa... eng ing eeeeenggg!!!! NEMU!


Girang banget pertama kali lihat buku tulisan sendiri (meskipun bukan penulis solo), yang nangkring di rak toko buku. Sayangnya itu buku cerita horor kota posisinya jejeran sama novel-novel horor yang tampilan covernya sesuatu sekali... *Padahal sayanya cemen banget sama yang horor-horor. Hmmm


Terus, tadi jalan lagi ke toko buku lain. Ini Gramed* gede di Matraman. Saya surprised lagi!
Yep, itu buku dua nongol lagi... Dan yang cerita horor kota, ada di tumpukan depan... nggak jejeran buku-buku serem lagiii hahahahahah (LEGA).
Lalu saya (lagi-lagi) langsung take picture sama si buku...
(makasih buat Dian, temen kantor yang sudah menemani saya kegirangan berlebay di toko buku).



**Sayang banget, saya nggak nemu dua buku lainnya. Salah satunya mungkin karena penerbitnya nggak terlalu beken, yang satunya karena belom ready stock (tadi sih searching di database toko, judulnya uda ada tapi stock masih NOL, hmmmmmm ditunggu loohhh).

Waktu bergulir, saya sama Dian masih lihat-lihat buku... Hari makin siang, makin laper.
Entah kenapa ketika capek muter-muter dan cengengesan mandangin buku tempat saya numpang ngeksis, tiba-tiba saja terlintas bayangan seorang cowok geje yang juga sekantor sama saya.

Yep, bayangannya tiba-tiba terlintas sebab dia punya riwayat menulis yang juga cukup membanggakan...
Gak tahu nasip apa, kerja di kantor instansi pemerintah kok ya ketemunya bisa sesama penulis gelo juga... 

Sebut saja dia NOa ( ini nama aseli, dan bukan Ariel Noah, CATET!).
Si Noa ini sudah punya satu buku karyanya sendiri, yang judulnya 3G (Gendut-Ganteng-Gila.... *saya ngetik sambil mules, ini saya iklanin loohh bukunya Noaaaa #bayar!).

Saya sama Dian lalu heboh nyari buku si Noa. Di tumpukan depan, ngga ada, Di Novel-novel remaja, ngga kelihatan. Dan akhirnya berdasarkan database, kami menemukan kode rak posisi buku itu berada.

Entah waktu itu gimana caranya, pokoknya saya meneliti rak display nomer 31062~ (buset dah).
Bagian atas rak ini dipenuhi bukunya Raditya Dika, Aditya Mulya dan penulis kocak beken lainnya. Sampek akhirnya saya telusuuurrr... teruuussss... makin bawaaahhh... makin pojoookkkk
daaannnnnnnnnnnnnnnn

NEMU!

Buku 3G nya si Noa. (dengan gambar udel gede banget) nemplok di pojok kiri bawah rak, nyempil nggak kelihatan kalo nggak diintip dengan pose nungging hampir koprol...

ALhamdulillah yah, lalu saya beli satu.... Karena dia temen, dan apresiasi buat sesama penulis muda (eaaaaaakkk). Bedanya dia sudah selangkah lebih maju, sudah sukses punya buku dengan namanya sendiri mejeng di cover. penulis tunggal! Keren bro!


Then, hari ini berlalu dengan Dian yang dapat satu buku Tere Liye dan saya bawa buku karya temen sekantor~ Noa.


Buat saya, buku itu semacam dunia kecil yang nggak bisa disamakan viewnya antara pembaca satu dengan pembaca lain.

Buku itu adalah dunia lain dimana kita bisa masuk dalam kisah yang bisa aja absurd, lucu, serem, so sweet, lebay atau impossible.

Buat saya toko buku adalah SURGA.
Dan suatu kebanggaan bisa melihat karya sendiri dipajang di salah satu sudut surga itu. :)

Buat yang suka nulis. Mau apapun itu, blog, cerpen, note FB. twit, apa aja. Keep Writing.
Buat yang suka nulis tapi belum diterbitin, santai aja bero! Keep writing until something happen
Buat yang sudah nulis profesional, ayo terus cari inspirasi, tuliskan dan buat tulisanmu jadi inspirasi untuk orang lain.

Buat yang suka baca, jangan lupa beli buku kita yaaaaa, :D #enjoy !!!


*PS: Semoga buku saya yang belom ada di toko buku cepetan rilis. Dan semoga saya bisa nulis buku tunggal kaya Noa dan penulis senior lainnya... AMin :D

Minggu, 09 Februari 2014

CT-1 really Miss U (again)


Sudah awal tahun 2014 dan saya terkadang masih teringat pengalaman di awal tahun 2013. Tahun lalu, dimana saya merasa saat itu adalah titikbalik kehidupan saya dari seorang graduate, jobseeker lalu akhirnya dapet job juga. Saya harus terbang sendiri ke Jakarta (plis jangan bayangin saya terbang naik elang atau pakai sayap Charm* , saya naik pesawat kog), mulai merantau lagi demi menyambangi my first job yang cukup kece kalau dimention.

CHAMPION TRAINEE MANUFACTURING BATCH 1 (dibaca pake singkatan CT-1 *boleh baca postingan CT-1 yang terdahulu, sudah lumayan saya kupas habis kehidupan kami selama training).


Yep, di CT-1 itulah saya dipertemukan dengan belasan karakter yang jadi tokoh baru dalam drama kehidupan saya yang (seringnya) lebay dramatis. Intinya kami jadi satu angkatan trainee di sebuah perusahaan FMCG yang (cukup) ternama. Lalu menjalani hidup rame-rame di ibukota selama satu setengah bulan (padahal janjinya dua bulan, hiks). Rame-rame ini maksudnya anak cewek 7 orang satu kos, dan 11 cowok di kosan lain loh ya…

Sulit kalau saya harus certain satu-satu lagi orang-orang engkrik ini. Sahabat baru yang entah kenapa bisa melekat begitu dalam di memori saya padahal kita Cuma bareng-bareng sebentar. Habis itu kita dipencar ke berbagai daerah yang ada pabrik perusahaan. Meskipun jauh, kita nggak pernah lose contact (okelah ada yang nggak contact beberapa orang, tapi masih bisa di-stalking lewat temen-temen yang lain.

Saya emang nggak akrab sama semuanya. Tapi tetap aja saya nggak bisa lupa kenangan saat sering berbagi chemistry geje dengan Deasy si roommate, sering ngobrol sama bapak kamar kos sebelah sama mbak Dewi, di massage sama Mbak Mia, belajar high tech dan masak kueh sama Mei, cerita-cerita sama si Vicky dan Irma. 

Sama anak cowok pun nggak semuanya sempet diakrabin. Meski begitu, masih sering aja saya ketawa kalau ingat pernah shopping sama Kukuh, jalan sama bang Idris, nyasar bergembira sama Arief, ngasih cokelat ke mas Acil (pas valentine dia minta, yaudah deh dikasih :D), juga menggeje engkrik selama di Gunung Putri sama bang Lingga dan ngegaul di Bogor sama mas Natan.

Oke...

Itu adalah sekilas cerita tahun lalu, saat saya jadi trainee, pake baju hitam putih standar. Lalu ketemu sahabat yang last forever, meski akhirnya saya resign. Entah dengan begini saya masih bisa dianggap CT-1 apa nggak, plis jangan lupain saya gais… :’(

Tahun ini, tanpa dinyana, saya merantau ke ibukota lagi. Kalau dulunya saya mendarat di tahun baru masehi 1 Januari 2013, kali ini saya terbang di awal tahun baru China, 1 Februari 2014 (beda tipis lah ya… *maksa).

Dan, hwalaaa… Saya menjumpai hal yang mirip dengan awal tahun lalu juga. Saya kembali terdampat di sebuah ruangan kantor institusi pemerintah dengan baju hitam putih mengikuti orientasi calon pegawai bersama 200 lebih peserta. Sesaat saya merasa bahwa kemiripan ini hanyalah kebetulan, hingga saya bertemu belasan orang yang nantinya akan jadi rekan kerja saya. Sekalian ngenalin, ini adalah partner kehidupan saya di tahun ini :D

Ada Mbak Tiwi, Dian, Ira, Mbak Atik, Ayu, Mbak Noer, Mbak Aranxa, Mba Glorry, Noa, Mas Haris, Mas Galih dan Yansen.

Yep, saya ada dalam serombongan calon auditor yang, entah kenapa, baru ketemu aja udah heboh luar biasa (bahkan hebohnya sejak belum ketemu dan Cuma modal SMS sama watsap-an plus grup BBM-an). 13 orang yang didominasi gender cewek ini, kesian banget cowoknya Cuma 4 orang, begitu sudah ketemu kamera, gak peduli muka kumal dan kostum gak begitu kece karena terbatas pada setelan hitam putih standar- yang cowok pake dasi, semua langsung nyengir dan POSE!



Bukan apa-apa, tapi setiap kali ngelihat poto rame-rame ini saya teringat lagi dengan anak-anak CT-1 yang kini terpisah di pabriknya masing-masing, belum lagi dikurangi 4 orang yang sudah pamitan dari perusahaan, alias resign. 

Saya kangen CT-1.
Saya kangen saat ngantuk di In Class Training.
Saya kangen rebutan snack coffee break.
Saya kangen duduk melingkar makan siang bareng (hasil didikan PASKAS 146).
Saya kangen desak-desakan di mobil kantor tiap kunjungan pabrik.
Saya kangen Deasy, Mei, Irma, Mbak Mia, Mbak Dewi, Vicky.
Saya kangen Arief, Kukuh, Wawan, Bang Lingga, Mas Acil, Yosep, Mas Atu, Mas Abud, Bang Idris, Bang Deky, Mas Ibun.

Walaupun sekarang kita ada di lingkungan yang berbeda, dengan kisahnya masing-masing. Saya Cuma pengen kalian tahu bahwa kalian adalah sumber kebahagiaan saya tahun lalu. Kalian adalah sumber tawa dan inspirasi kisah saya tahun lalu. Dan entah kenapa saya masih merasa bahwa saya adalah bagian dari CT-1 sampai kapanpun. Sukses untuk kita semua.

Bertemu dengan kalian adalah jalan hidup yang nggak pernah saya sesali. Kalian adalah pelajaran terbaik dan kenangan terindah buat saya. Meski kini saya merasakan siklus yang mirip, tapi waktu berlalu dan tak ada satupun hal yang sama. Deja vu itu mungkin, dan fraktal bukanlah suatu kebetulan. 
 Kita mungkin bukan lagi rekan kerja, tapi bagi saya kalian lebih dari sekedar rekan, atau teman. 

Kalian adalah sahabat. :’)



*Note: Post dan lagu ini untuk kalian yang selalu saya kangenin, cover FB saya masih foto CT-1 habis review ICT loh. :D Kalian tak akan terganti. 

~Remember Me this Way~

Every now and then
We find a special friend
Who never lets us down
Who understands it all
Reaches out each time you fall
You're the best friend that I've found
I know you can't stay
A part of you will never ever go away
Your heart will stay

* I'll make a wish for you
And hope it will come true
That life would just be kind
To such a gentle mind
If you lose your way
Think back on yesterday
Remember me this way
Remember me this way

I don't need eyes to see
The love you bring to me
No matter where I go
And I know that you'll be there
Forever more apart of time, you're everywhere
I'll always cares
(Repeat *)

And I'll be right behind your shoulder watching you
I'll be standing by your side and all you do
And I won't ever leave
As long as you believe
You just believe

Selasa, 14 Januari 2014

When You Say Nothing at All

Aku tidak akan bertanya apakah kamu ingat.

Serasa baru kemarin...

Saat kamu ada di sampingku
 Saat pertama kali kamu bicara padaku
Saat kamu mendengarkan playlistku
Saat kamu membagi earphone denganku

Saat itu aku mungkin mulai mengenalmu :)

Saat kamu bagi dua kue coffeebreak-mu
Saat kamu tertawa mendengar tebakan gombalku
Saat kamu menyanyikan lagu yang bukan untukku
Saat kamu bilang merindukan ibumu

Saat itu yang aku tahu, aku senang berada di dekatmu  :)

Saat kamu selalu pinjam charger-ku
Saat kamu minum dari tumblr-ku
Saat kamu makan semua lauk yang kubenci
Saat kamu berikan buah apelmu (karena aku gak suka jeruk)

Saat itu aku merasa kamu baik padaku :)

Saat kita satu kelompok di kelas
Saat kita mengerjakan tugas yang sama
Saat kita menyalin jawaban ujian dan nyontek bersama
Saat kita ada di kelompok pabrik yang sama

Saat itu entah kenapa aku merasa bahagia  :)

Saat hujan pertama kamu menungguku di bawah payung yang sama
Saat baju kita garis-garis dan sewarna
Saat kamu pegang tanganku waktu games aku gak bisa pecahin botol
Saat kita foto berdua habis outbond militer (padahal yg lain poto rame2)

Saat itu aku berpikir, betapa kita terlalu sering bersama  :)

Saat kamu bilang 'met malam' dari atas mobil
Saat esoknya kamu bertanya aku sedang apa
Saat kamu minta aku ajak anak-anak lainnya karokean
Saat kamu milih lagu 'Lucky' buat kita nyanyi berdua

Saat itu aku coba jauhkan drama yang tiba-tiba melintas di kepala  :)

Saat anak-anak iseng jadiin 'kita' couple
Saat aku nggak sengaja sebut namamu di depan kelas
Saat aku menggambar 'kita' di cover diktatmu
Saat gambar itu selalu kamu bawa

Saat itu aku mulai bertanya, rasa apa yang mengusikku  :)

Saat kamu kirim SMS tanya ini-itu ke aku
Saat itu aku merasa penting buatmu

Saat kamu tiba-tiba nggak pinjem chargerku lagi
Saat itu aku merasa kehilangan routine yang menyenangkan

Saat kamu dan sahabat cewekku ngobrol sambil tertawa
Saat itu aku merasa seperti ada yang mencelos dalam perutku

Saat aku tahu kita nggak akan pergi ke tempat yang sama
Saat itu aku berusaha berharap bahwa perasaanku hanya semu, hanya saat itu

Tapi...

Aku nggak bisa lupa...

Saat jadwal kita untuk pergi ke Blok.M bisa sama
Saat kita terjebak busway berdua
Saat kita salah nyari halte DAMRI
Saat kamu ngajak aku nonton (meski masih dengan dalih ajak yg lain juga ya)

Saat malam itu kita beneran nonton bioskop (gak berdua, tapi bertiga)
Saat kamu minta kita dipotoin berdua lagi (yang motoin berasa jadi obat nyamuk)
Saat pulangnya kita terjebak di midnight mall  :)

Saat itu aku merasa waktu yang kumiliki denganmu sangat berharga

Sampai pada saatnya...

Kita dan yang lainnya bergandengan tangan nyanyi lagu perpisahan
Saat itu kamu masih ada di sampingku

Tapi saat aku genggam tanganmu dan cubit pipimu (ini iseng padahal)
Saat kamu rangkul aku dan mendekapku tak lebih dari sekejap

Saat itulah aku merasa

Aku harus belajar untuk kehilanganmu


Saat itu apa yang ada di hatiku tak kunjung terucap, dan aku tahu kamu juga tak akan bicara

 Karena kita sama-sama tahu

Kadang segalanya lebih baik bila hanya semu saja
Kadang segalanya lebih berharga bila tak di ungkap dengan kata-kata
Kadang segalanya lebih mudah dijalani bila hanya aku dan kamu, bukan 'kita'  :)


***for someone who had inspire me a lot since January 3rd last year. I dont know why you still here in my mind and keep inspire me. Somehow it sad when you came as a memory, but i will just remember the best part...

Thank you :')

(***check it out, the old song as my top-playlist today :))


"When You Say Nothing At All"

It's amazing how you can speak right to my heart
Without saying a word you can light up the dark
Try as I may I could never explain
What I hear when you don't say a thing

The smile on your face lets me know that you need me
There's a truth in your eyes sayin' you'll never leave me
The touch of your hand says you'll catch me if ever I fall
You say it best when you say nothing at all

All day long I can hear people talking out loud
But when you hold me near, you drown out the crowd
Old Mr. Webster could never define
What's being said between your heart and mine

The smile on your face lets me know that you need me
There's a truth in your eyes sayin' you'll never leave me
The touch of your hand says you'll catch me if ever I fall
You say it best when you say nothing at all

The smile on your face lets me know that you need me
There's a truth in your eyes sayin' you'll never leave me
The touch of your hand says you'll catch me if ever I fall
You say it best when you say nothing at all 


(http://soundcloud.com/arieffalullah/when-you-say-nothing-at-all cover track by Arief  :3 )

 (*btw kenapa pake gambar Taemin-Naeun couple yah... hahahahh~yasudahlah :D)