Selasa, 07 Mei 2013

MY (life) SONGs


"I may not a singer... bathroom is my (private) stage"


Saya orangnya gampang banget terbawa suasana cuma gara-gara denger lagu... Lalu kalau udah suka, bakal nyanyiin lagu itu melulu sampai bosen...

Intinya saya suka lagu galao. Soalnya kebanyakan lagu-lagu ini kedengeran so sweet dan easy listening.... hehehe ...(masalah selera sih…) 


Jaman masih dikosan Bintaro~ 1 bulan terakhir, playlist saya pagi-pagi adalah lagu-lagu galao yang diulang-ulang, hahaha...
Sebut saja, 

GALAU ~ Yovie & Nuno

''...Bila cintaku ini salah hatiku tetap untukmu... Namun kenyataannya parah, dirimu...tak pernah untukku..."
(oke ini ketauan banget... kondisi disaat punya perasaan lebih sama orang tapi nggak bisa dilanjutkan)

Cinta Tak Mungkin Berhenti ~ TANGGA
"...Cinta tak mungkin berhenti... secepat saat aku jatuh hati.. jatuhkan hatiku kepadamu..."
(fyi, lagu ini selalu ada di radio tiap kali saya dan anak-anak CT pulang bepergian pake mobil SNS, hahaha…hiks T-T)

Kegalauan dilanjut sejak acara ulangtahun perusahaan. Soalnya waktu itu perayaannya bareng hari Valentine, dan waktu hiburan ada yang ngebawain lagu…
My Valentine ~ Martina Mc Bride
“…and even if the sun refuse to shine, even if romance ran out of rime… you would still have my heart until the end of time… You are all I need, my love my valentine…”
(buat yg pernah nonton The Vow mestinya familiar sama lagu ini)

Dan disusul si Irma-onyon yang tiba-tiba ngeFREAK sama lagunya…
Mama Papa Larang (MaPaLa) ~ JUDIKA
“…kamu sgalanya… tak terpisah oleh waktu… biarkan bumi menolak kutetap cinta kamu… Biar mama mu tak suka… papa mu juga melarang…”
( lalu kami pun malah karokean gila-gilaan pake lagu ini… hahaha)

Meski begitu, saya ngga pernah melupakan lagu-lagu ceria yang upbeat (tapi yang tetep so sweet dan sebenernya tetep memperlihatkan kalau saya galao…. -____-‘’

KAMU ~ Coboy Junior
“…kamu… buat aku tersipu… buatku malu-malu… saat bersamamu… saat bersama dirimu…
Reff: //… mungkin… inilah rasanya… rasa suka pada dirinya…”
(lagu ini lagu wajib banget buat karokean, bahkan orang yang tadinya ngetawain kita jejingkrakan, jadi ikutan demen lagu ini… haha… *siapa hayooo ;) )

Dan salah satu lagu yang selalu bikin saya senyam-senyum sendiri adalah… 

Tiba-Tiba Cinta Datang ~ Maudy Ayunda
“…ada sesuatu saat ku melihat dia, ada getaran membuatku rindu… Senang hatiku saat kudengar suaranya, kuingin selalu ada di dekatnya..
. Saat ku sendiri kubayangkan dia datang padaku dengan cinta… Di keramaian ku merasa sepi saat tak ada dirinya…
Tiba-tiba… cinta datang kepadaku…”
(dan saya suka diledekin tiap nyanyi lagu ini pagi-pagi di kosan Bintaro, macam anak baru puber aja… hahaha)


Setelah pisah sama anak-anak CT, saya semakin sering galao, kesepian, lalu pengennya nyanyi lagu sedih. (lagu-lagu di atas masih masuk jajaran TOP playlist lohhh)

Ada beberapa lagu yang sempat ‘menyentuh’ hati saya selama saya jauh dari teman-teman…

Disturbance ~ BoA (translate)
“…I can no longer remember the way you used to look at me…and your warm hugs…When we did stop becoming frank, no longer being able to understand each other…
Our slowly changing attitudes is too cold, unable to grasp. As we gradually becomes tired is too cold (to each other)…
I hate the powerless me even more…”
(ini lagu menceritakan betapa hubungan saya dan si pacar suka aneh dan dingin dan kekurangan kata I Love U. Nggak tau kenapa… Walaupun kita bertahan, tapi semua gak lagi sama. Seperti ada gelombang hambatan, disturbance~udah saya post jg dipostingan sebelumnya…)

Jodoh Pasti Bertemu ~ Afghan
“…jika aku… bukan jalanmu… kuberhenti mengharapkanmu. Jika aku memang tercipta untukmu… Ku kan memiliki mu… Jodoh pasti bertemu… “

Capek mellow saya pun beralih kelagu nya adek-adek unyu…
Gomen Ne Summer ~ JKT48
“…maafkan summer…menyilaukan. Saat tatap wajahmu dari samping… dalam hatiku ingin menyentuhmu lembut… keisengan ku saja…
Maafkan summer… cinta ini… meskipun hanya teman… terasa sedih… hanya angin laut yang… sejak dari dulu… bertiup menujumu…maafkan summer…”

Karena Ku Suka Dirimu ~ JKT48
“…karena ku suka, suka dirimu. Ku akan selalu berada disini. Walau di dalam keramaian tak akan kau sadari…
Karena ku suka, suka dirimu, hanya dengan bertemu denganmu , perasaanku menjadi hangat, dan menjadi penuh…”


Gak lupa lagunya si Chibi-chibi… -___-‘’

Aku diam-diam suka ~ Cherybelle
“…dibalik senyum mu ada cinta untukku… dibalik matamu ada hati yang menunggu…
Aku diam-diam suka kamu…semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu…”

Pura-pura Cinta ~ Cherybelle
“…Awalnya ku pura-pura, sekarang ku jadi suka, oh Tuhan, inikah yang namanya cinta…
Tadinya biasa saja… sekarang ku benar-benar cinta… semoga ini sebentar saja…”
(demi apa lagunya Chibi yang banyak banget repeatation nya ini sering banget saya nyanyiin  )

Last but not least~
Saya nggak tau kenapa tiap denger lagu ini jadi inget seseorang… Mungkin karena image nya pas dan dia kalo nyanyi lagu ini bagus. Hahahaha…

Payphone ~ MAROON 5
“…I am at a payphone trying to call home, all of my change I spent on you…Where have the times gone, Baby it’s all wrong… where are the plans we made for two?
If happy ever after did exist, I would still be holding you like this… ”

Well… 
ini Cuma tulisan geje saya tentang lagu-lagu favorit akhir-akhir ini yang random banget… saya nggak fanatik terhadap satu penyanyi atau group atau band sih… 
saya Cuma dengerin lagunya, kalau saya suka, dan cocok dengan suasana hati, ya siap-siap aja bosen dengerin my (life) TOP playlist yang diulang-ulang terus…. Hahaha

Thx~~Ciao~~ SBU

Minggu, 21 April 2013

For KARTINI’s Day



Bukannya kurang kerjaan, tapi kalau ada waktu untuk meresapi falsafahnya wanita Indonesia tempo dulu (dan kini) yang dikenal dengan sebutan “Ibu (kita) Kartini”, cobalah duduk memandang langit dari sejak awal mendung, sampai turun titik air pertama, yang kemudian disusul  guyuran maupun tumpahan  air yang kadang gak bisa diprediksikan manusia, hingga limpahan air itu mulai mereda dan berhenti sama sekali, hanya menyisakan butir-butir air di dedaunan dan rumput-rumputan (sampai disini dilarang GALAU yah ).

Apa yang kalian perhatikan? Bukan. Bukan becekan yang tertinggal. Bukan pula sisa-sisa kelembaban jemuran yang lupa diangkat. Tapi coba perhatikan langitnya.

Dia yang awalnya kelabu-disertai bunyi khas nya -guntur yang membuat sebagian orang bergidik ngeri sementara sebagian lainnya sibuk menyebut nama Tuhan (mungkin lagi usaha tobat)- perlahan semakin cerah, kemudian menjadi terang, dan kembali kepada kedudukan awalnya.
Langit yang bersih tak berawan, seperti kosong. Saat itulah dia mulai dari awal lagi.

Awal proses terbentuknya hujan (bagan siklusnya saya baca sejak SD). Yang intinya adalah : pokoknya air dari mana-mana, mau dari selokan, sungai, waduk, genangan, comberan, semua bermuara di lautan yang kemudian teruapkan dengan sendirinya membentuk titik-titik awan di langit. Nanti kalau dalam gumpalan awan itu intensitas titik air nya sudah gak bisa ditampung, dia bakal jatuh. Balik lagi ke asalnya, bumi, tanah. Sama kayak manusia, yang bakal kembali ke bumi, tanah.

Kalau bagi saya, proses ini saya sebut ‘Habis Gelap terbitlah Terang’ (maap bunda Kartini, saya pinjem judul bukunya).
Bagi saya, hujan mengajarkan bahwa proses bersyukur itu punya siklus.
Umumnya kita mengucap ‘alhamdulillah’ ketika sudah berada pada fase ‘terang’. Sebut saja, kamu mau pergi keluar rumah, lalu hari hujan. Kamu biasanya akan menggerutu, ngomel, gak lupa update status telat berangkat. Baru ketika hujan mulai reda, kamu mengucap syukur (itupun kalau ingat) lalu bergegas mengambil langkah ketujuan semula.

Seharusnya, rasa syukur itu hadir ketika pertama kali menyaksikan mendung itu menghiasi langit yang seperti mau runtuh. Kenapa? Karena tanpa mendung, gak akan turun hujan, dan gak akan ada pelangi di langit yang sudah terang. See, mana bisa kita tiba-tiba bersyukur atas pelanginya saja? Sementara proses terbentuknya yang sedemikian runut itu lebih sering kita protes kepada Sang Pencipta.

Sama ketika kita diajari untuk menyikapi musibah dengan rasa syukur. Kenapa? Karena setelah musibah itu selesai nantinya pasti akan ada hikmahnya. Gak lucu kan kalau dipikir-pikir tiba-tiba Cuma muncul hikmah tanpa ada siklus masalahnya (walaupun hikmah bukan melulu hasil akhir dari musibah).

Yang pasti, mungkin sejak saat ini saya akan selalu tersadar setiap melihat langit. Apakah saya sudah bersyukur atas ‘mendung’ yang datang dalam kehidupan saya? Ataukah saya Cuma peduli ketika langit sudah terang dan ada pelanginya?

Semoga setiap orang juga akan sadar, bahwa sebelum ada terang, harus ada gelap. Maka syukurilah gelap itu, dan seharusnya kita semakin bersyukur, karena kalau siklusnya masih berjalan dengan benar, habis gelap (pasti) terbitlah terang.



~Selamat Hari Kartini~ J

Rabu, 03 April 2013

We will never be the same

U may never know the way i look at us nowadays...
so just listen and feel.

Disturbance
(BoA~)


I can no longer remember the way you used to look at me
and your warm hugs
When did we stop becoming frank;
no longer being able to understand each other
Our slowly changing attitudes is too cold, unable to grasp;
As we gradually become tired and cold (to each other)
I hate the powerless me even more
You, no longer able to look straight into my eyes
You, no longer try to read my thoughts
You, no longer try to understand my sadness
Is it because we’ve exchanged too little “I Love you”s
I was clueless initially, thought it was because I was too busy
Your gradually cold (attitudes during our) contacts and meetings
I thought that if I waited, you would come back (to me), I should have understood you
But you drifted even further away
I stood rooted at the ground, your figure slowly disappears
The road I no longer can trace back
So, please come find me, save me quickly
The day I have packed up my troubles and
There was really only me who is crying like a fool
I thought, this should be the end, I can’t remember anything
The you.

Minggu, 17 Maret 2013

CT-1 de Girls story~



Tahukah anda apa yang akan terjadi ketika 7 cewek dengan kepribadian berbeda disatukan bersama 11 orang cowok dalam satu team? Ya jadinya CT-1 macam kami ini. Tapi untuk saat ini saya nggak akan membahas tentang cowok. 

This is Especially for you Girls!!!

Pengenalan tokoh (cewek) :
  • -          (Saya ) Paramitha Susilo Budi Utari
  • -          Deasy Ratnasari
  • -          Meiswita Romalawati
  • -          Mia Rosita Kusumaningrum
  • -          Irma Meliaki Simamora
  • -          Dewi Riana Sari
  • -          Vicky Rahmawati
we are the girls~ CT-1


Well, saya dan 6 orang cewek tersebut, yang memutuskan untuk berdedikasi di program CT nya Garudafood sejak Januari lalu telah mengalami banyak pengalaman dan melewati banyak kisah. Saya nggak mau mengangkat 7 cewek CT-1 secara personality sih, saya Cuma pengin share bagaimana lika-liku kehebohan kami tinggal bersama selama satu setengah bulan.
Sebenarnya kisah kami biasa saja. Sejak pertama kisah kami di mulai dikos dan berakhir dikos juga (hiks).

Hari itu setelah penerimaan di Wisma 3 kantor HO, setelah cukup (lelah) introduction session, kami cewek dan cowok dibagi menjadi dua kloter terpisah dan diantar menuju kos-kosan masing-masing. Jadi ceritanya cewek-cewek kosnya gabung  jadi satu, dan cowok-cowok juga, tapi kos kami terpisah lumayan jauh (jadi ngga ada yang bisa stalking kami para cewek, haha).
Sewaktu menuju tempat kos, ada yang aneh, satu cewek nggak ikut ke kosan di jalan Ismail (sebut saja dia Irma), jadi Cuma ada 6 orang yang diturunkan di kosan itu. Lalu selanjutnya kami dibagi dua orang sekamar, randomly, dibagi sama Pak Oggy (nggak tau dia ngebaginya pakai wangsit apa) yang pasti saya dan Deasy sekamar, Mei dan Mbak Mia sekamar, dan sisanya adalah Vicky sama Mba Dewi (si Irma masih belom tau kabarnya, setahu kami dia mau kos sendirian, dan akhirnya dicarikan kos ditempat lain karena dikosan Ismail ini kalau sendiri ngga sesuai plafon harga).
Acara selanjutnya adalah ‘memilih’ kamar.



KAMAR
 Jadi area kamar kami ada di lantai 2.  Dua kamar ada disatu area yang gabung sama dapur dan ruang tipi, sementara satu kamar yang lain terpisah agak di pojokan dan ngga ada ruangan tambahan selain lorong sempit (yang pada akhirnya kami sebut gorong-gorong).
Seingat saya sih waktu itu kami memilih kamarnya dengan cara suit atau hompimpah gitu… (untungnya si Deasy waktu itu berhasil memenangkan satu kamar yang posisinya deket area dapur dan ruang tipi, ~horeeeee). Akhirnya si Vicky dan Mbak Dewi yang kedapatan kamar di area yang terpisah.

--------------momen ini dipotong sebentar karena saya langsung pergi ke rumahnya temen buat ngambil barang (waktu mendarat di HO saya nggak bawa barang, karena malu soalnya barang bawaan saya rempong sendiri, ada 2 travel bag, satu koper gede, ransel dan tas laptop).------------------------

Sewaktu saya balik kos buat nyusun barang, kamar saya dan Deasy masih acakadut, berdebu, posisi kasur masih nggak oke, dan yang bikin panik ngga ada paku atau gantungan baju di dinding. Saya lalu menengok kamar seberang, tempatnya Mei dan Mbak Mia – mereka sudah beres-beres ternyata, dan sudah bikin jemuran sendiri dari tali raffia (saya dan Deasy lalu mengikuti jejak mereka).
Kami kemudian menginspeksi kamar terakhir, ternyata disana walaupun jauh sama dapur dan ruang tipi, mereka punya kulkas sendiri cuy! Walaupun kecil, tapi dinginnya sama aja sama kulkas gede. Dan di kamar mereka banyak paku buat gantung-gantung di dinding (si Vicky aja langsung nyusun hanger jilbab dan frame foto -__-‘’).

Oleh sebab privilege itu, kami menyebutnya ‘Kamar Apartemen’, sementara dua kamar lainnya, Rusunawa 1 dan 2 ( dibilang Rusunawa – Rumah Susun Sederhana Sewa, karena isi kamarnya Cuma kasur, kipas dan lemari doang *plus jemuran internal dari tali raffia yang agak ngenes, diiket di lemari sama di jendela, haha).  Oiyah, satu kelebihan kamar saya dan Deasy, Rusunawa 2, kasur kami dipasangi seprei dong,hahaha.

Malam pertama kami pun berlalu, beli makan di pinggir jalan, jajan indomaret, jalan kaki sama-sama, sambil membayangkan si Irma sedang apa, dimana, sama siapa- kan ngenes banget kalo kami ngekek-ngekek sementara dia sendirian di kosan terpisah (jangan kawatir sodara-sodara, kisah ini akan lebih indah nantinya).

Yang saya ingat malam itu adalah, semua beli nasi uduk lauk lele, Cuma mbak Dewi yang lauknya ayam. Padahal semua yang makan lele pada nggak mau makan kepalanya, akhirnya lauk mbak Dewi nambah jadi ayam dan kepala-kepala lele – selanjutnya dia langsung berpikir untuk nggak beli lauk semisal yang lain beli lele, dia bakal dapat sumbangan kepala gratis kan? Hahaha).

Besoknya, kami mulai training di kantor HO. Wisma 1. Berangkatnya penuh lika-liku coy, ini lika likunya beneran loh. Kami jalan kaki dari kos ke jalan raya lewat jalan Johari. Kalau menurut peta sih jalannya Cuma satu, tapi emang semacam gang yang belok belok gitu… makanya saya bilang berliku.
Sebenernya kami dikasih opsi naik angkot atau metromini, tapi katanya bisa jadi lama banget walaupun deket, soalnya tiap pagi macet, tapi lama-lama kami sudah biasa jalan kaki, nggak berasa jauh sama sekali kog (ah masaaa???). Lagian sambil berangkat kami bisa ngitungin kucing dijalan, ngehapal posisi warteg atau warung, ataupun Cuma ngekek-ngekek geje (kadang dikira anak kuliahan di akademi sebelah, habisnya kostum kami tiap hari item-putih kecuali Jumat-Sabtu, untung gak dikira sales kompor---itu nasibnya anak-anak cowok hahaha).

kalau lagi konyol

Masih bicara soal kos, akhirnya si Irma pindah kos bareng kami, dengan catatan harus ada kamar yang bertiga. Dapatlah kamar Vicky dan Mbak Wi yang ditambahin si Irma. Saya kurang paham koordinasi mereka gimana, pokoknya tau-tau posisi kasur mereka jadi ngemper di lantai gitu. Trus yang awalnya ada 3 kasur, diminimalisir jadi 2 kasur. Pembagian penggunaan kasur ini digilir, sehari ada yg dapat kasur single (dan dapet gelar NYONYA), trus yang berdua harus mpet-mpetan satu kasur (untuk posisi tidur saya nggak kuat ngebahasnya, hahaha, biarlah mereka bertiga yang paham).



Kelakuan anak cewek di kos sebenernya nggak aneh-aneh kog. Kami kerja, lalu pulangnya jalan kaki sambil beli maem atau jajan indomaret/alfamart, atau kadang ada yang masak malem bareng Emak (sebutan untuk ibu sekretaris yang sekos sama kita~ yang selalu masak makan malam buat si Abah Dadik- bapak sebelah kamar kita).

Trus malemnya pada melakukan kegiatan masing-masing, ada yang onlen, telponan sama pacar atau keluarga, ada yang nyuci, nyetrika, atau sekedar ngobrol geje buka-buka materi buat In Class Training (sebenernya belajar kalau mau ada tes doang, yang rajin belajar Cuma mbak Dewi pula, haha).
Paginya, yang kami lakukan juga itu-itu aja (diluar kalo ada skedul ujian yah). Bangun, mandi, nyetrika (bagi orang-orang yang belum nyetrika malemnya, itu saya sih sebenernya, hahaha), sarapan, trus berangkat kerja lagi.

Ada beberapa poin yang mau saya bahas disini.

MANDI
Untuk masalah bangun dan mandi, kalo di kawasan Kamar Apartemen saya nggak tau mekanisme nya bagaimana. Yang pasti kalau di rusunawa, urutan mandi dan bangun itu selalu sama.
  • Mbak Mia bangun , solat subuh, lalu mandi.
  • Disusul Deasy,  bangun , solat , lalu mandi
  •  trus saya bangun buat solat kalau si Deasy sudah solat, tapi terus saya tidur lagi, hahaha.
  •  Trus kalau si Deasy udah manasin air buat bikin susu, saya bangun beneran.
  • Saya sama Deasy biasanya sarapan bareng, bedanya dia sudah mandi, saya belom.
  •  Lalu kemudian si Mei akan kroscek, mita sudah mandi atau belum. Lalu dia mandi.
  • Mei walaupun sudah mandi, gak akan buru-buru dandan kalau mita belom mandi, artinya dia belom telat.
  • Kalau mita mulai mandi, mei dandan (sebenernya lama ngeringin sama styling rambut sih)
  • Trus habis mandi mita nyetrika baju yang mau dipake, yang lain dandan. (pada tahap ini biasanya anak-anak Apartemen lagi sarapan pakai nasi dengan lauk malemnya ato masak lauk cepet saji pagi-pagi, macam telor, mie atau nugget)
  • Kalau anak Rusunawa sudah siap berangkat, biasanya anak Apartemen lagi rempong dandan di kamarnya, lalu kami jalan duluan.
  • (tapi tau-tau biasanya mereka nyalip kita dijalan sambil pose ala supermen tangan terkepal, diacungkan tinggi-tinggi sambil jerit “THE POWER OF RICEEEE !!!! -____-‘’ engkrik…)
  • Pernah sih anak Apartemen yang berangkat gasik (ceritanya giliran TA--Titip Absen elektronik kantor)
  • saya pernah juga didaulat berangkat duluan, tapi begitu saya siap gasik, yang lain ikutan lebih gasik, gagal deh misi pembawa tugas TA… -____-‘’


Bicara soal menu sarapan…

SARAPAN
Sebelumnya sudah saya bilang kan, anak Apartemen itu (baca: Irma, Mbak Dewi, Vicky). Tiga-tiganya itu selalu (kalau bisa) makan nasi tiap pagi. Kalau nggak, mereka bakal lemas lunglai kurang motivasi berangkat kerja. Dan kalau sudah makan nasi, biasanya suara mereka langsung kenceng, berisik, jalannya ngebut, dan langsung gak bisa diam, makanya saya sebut mereka CACINGAN (kan katanya anak kecil kalo gak bisa diem itu gara-gara cacingan,,, haha). Kalau saya sendiri memilih nggak makan nasi karena gak suka terlalu kenyang pagi-pagi, bikin ngantuk (nggak makan nasi aja kalo pagi di kelas suka ngantuk… hahaha)

Gaya hidup Apartemen banget sama Rusunawa. Kami kalo sarapan selalu secukupnya, semaunya dan seadanya.
  • Mbak Mia setahu saya nggak pernah sarapan kcuali weeken, paling juga dia minum susu kotak, itupun jarang banget.
  • Si mei selalu makan roti (kadang gak Cuma buat sarapan, malam makannya juga sering roti).
  • Deasy kadang makan mie kalau lagi mood, atau kalo cacing diperutnya lagi ngamuk.
  • Si Deasy dan saya, sering beli roti di Indomaret, lalu bikin susu. Bedanya, saya punya side menu sarapan selain roti, yaitu Sereal.
Nggak tau si ‘sereal’ ini salah apa ya sodara-sodara… yang jelas, saya sering dibully gara-gara dibilang berkasta rendah di kosan tapi sarapannya elit sendiri (walaupun begitu saya yakin, karena makan sereal ini, saya terbebas dari energy berlebih pagi-pagi, jadi saya nggak CACINGAN macam anak apartemen hahahah)
 *THE POWER of RICE !! THE POWER OF CEREALLL !! THE POWER of BREAD!!* (inget posenya kan???)

Ngomoong-ngomong soal sereal tadi , masih nyambung sama kasta dan pem-bully-an di kosan cewek. Tapi tolong  jangan bayangkan pem-bully-an disini itu main fisik apalagi kriminal. Pem-bully-an disini lebih mengarah ke pembentukan mental dan kreativitas (APA???) hahaha.
kalau lagi gaul

KASTA
Penyusunan kasta ini sangat nggak jelas dan ujug-ujug semua jadi punya peran dan nama samaran masing-masing (diakibatkan tugas di kelas, itu loh yang bikin matriks penyelesaian masalah taksi yang nama tokohnya ‘kasmin,djoko,dll’—nah tiap tokoh ini ada nama istrinya dan itu jadi sebutan local buat cewek-cewek CT-1 … engkrik sekali bukan… -___-‘’ )
Posisinya bisa saya share secara sederhana sebagai berikut (ini fiktif belaka tapi dalam kehidupan kami ini berlaku) :
Dari yang tertinggi ke yang terendah (hiks) :

  1. NYONYA Aminah (mbak Mia) 
  2. Asisten Nyonya (Mba Wi) 
  3. ONYON 1/Ijah (Irma) & ONYON 2 (Vicky) 
  4. MASTUN (Deasy) 
  5. RATMI (Mei) 
  6. VIVI (guehhh??!!!)

Darimanakah penggolongan kasta itu… semua terjadi seiring berjalannya waktu gais…  Tapi kronologisnya lebih banyak dijelaskan di meja makan.
  • Mbak mia selalu masak, dia adalah nyonya kami, yang paling bijak, dan paling keibuan. Jadi dia NYONYA Aminah.
  • Si Nyonya punya asisten, biasanya kerjaannya belanja bahan makanan buat ngisi kulkas sama si Emak Ardin, dialah Mbak Dewi.
  • Mbak Dewi selalu dengan senang hati membully dua orang roommatenya, jadi dia punya dua orang ONYON kesayangan, ONYON 1 Irma, ONYON 2 Vicky.
  • ONYON-onyon ini biasanya bantu mbak Dewi masak, ato kadang bantu nyiapin makanan kalo dah mateng, walopun si Vicky jarang makan malam.
  • Si Deasy bisa bertugas ngulek sambel ato preparing masak juga, tapi dia bisa disuruh-suruh (baca dimintain tolong) ini itu sama Mbak Wi maupun onyon-onyonnya, jadilah si MASTUN = Deasy bawahannya mereka
  • Kalau udah selesai makan, saatnya orang-orang yang gak bantu masak melakukan tugasnya. Beres-beres meja dan cuci piring . Dan ini biasanya dilakukan oleh Deasy dibantu Mei (sebenernya ini pendelegasian tugas, dan biasanya Mei mau disuruh Deasy, jadilah dia RATMI=Mei, bawahannya MASTUN)
  • Parahnya, saya yang tugasnya geje, tapi selalu ikut makan, bakal bingung mau ngapain, jatohnya jadi bantuin si Mei nyuci dan nyusun piring bersih… (di mata yang lain, saya ini Asistennya RATMI, makanya kasta saya paling bawahhhh, dan saya dipanggil VIVI … si Downgrade, si Obsolete… T-T)

Kamus istilah:
Downgrade : penurunan posisi/grade dari yang tadinya tinggi ke rendah, kalo di saya, yang terjadi adalah penurunan image, dari yang awal cool, tenang, kalem, semakin lama jadi geje, telmi dan lemot. (ini kog saya menurunkan image diri sendiri yah)
Obsolete : Real artinya adalah dokumen kadaluarsa yang sudah tidak digunakan di perusahaan (gak tau kenapa mbak Wi suka tiba-tiba ngecap saya OBSOLETE !! gitu…)

Walaupun saya bergelar kasta terendah, tapi saya punya obsesi tinggi untuk jadi NYONYA. Soalnya sama anak-anak cewek saya dinilai gak pantes buat bantuin kerjaan rumah tangga.
Saya nggak pernah masak (bantuin sih sering), saya dulunya males nyuci, saya kalau nyetrika gak rapid an lama banget (saya pernah nyetrika kira-kira 10 lembar dari si Deasy tidur siang, sampe dia bangun, itu hampir 2 jam, dan belum selesai). Pokoknya saya bertekad untuk punya suami kaya, jadi bisa punya pembokat dan nggak perlu ngelakuin pekerjaan rumah tangga… hahaha.

BULLY
Pada awalnya saya merasa mbak Dewi sukanya ngebully si Onyon Irma. Tapi lama-lama dia jadi hobi banget ngebully saya. Sejak berstatus Downgrade dan Obsolete apalagi. Kita mah sebenernya nggak diambil hati masalah bully membully. Tapi pastinya mbak Dewi kalo membully saya maksimal banget.

Yang paling maksimal sih…
Suatu malam, waktu saya lagi lewat kamar Abah Dadik yang terbuka, trus si abah lagi tiduran di kasur. Dengan posisi yang aneh, dan kakinya naik ke dinding. Saya mengenali posisi tidur itu karena saya juga suka pose begitu kalau pas mau tidur rambut saya masih basah.
Tidurnya nggak searah kasur tapi melintang, supaya rambut bisa dipinggir kasur (kena angin dari kipas dan gak ngebasahin bantal), trus kaki nya nekuk kaya udang atau naik ke dinding.
Nah saya ujug-ujug masuk kamar Abah sambil nyeletuk “Wah Abah, pose tidur kita samaaa…”.
Tanpa saya sadari, mbak Dewi yang jahil langsung nutup pintu kamar Abah dari luar, Saya terkunci di dalam sama Abah. Ya saya panik lah!!! *Trus saya gedor-gedor dari dalam. Dan pas dibukain saya langsung lari ke kamar sendiri. Kata mbak Wi saya macam orang yang disuruh Kawin Paksa… -___-‘’

Saya pernah juga dikurung mbak Dewi di kamar mandi.
Kalo dikurung sendiri mah gak papa. Ini dikurungnya sama si Deasy yang udah setengah ‘buka-bukaan’ mau mandi. Trus saya panik lah!!! *Gedor-gedor pintu juga dan habis dibukain juga saya langsung lari kabur. (sebenernya bingung juga kenapa panik di kamar mandi kan sama-sama cewek, entahlah… saya merasa suka horror aja kalo si Deasy udah vulgar hahaha)

Lainnya adalah waktu di kelas,
Mbak Wi dan Mei lagi dengan serunya mengeksplor cerita pembullyan saya sama anak-anak cowok  (sampek si Mei nggelesot2 dilantai niruin pose tidur saya). Trus saya emosi dan melakukan gerakan menendang dan sebelah sepatu saya melayang kena Deasy.
Deasy dan Mbak Wi yang jahilnya sama aja, langsung ngebawa kabur sepatu saya keluar kelas. Trus saya mau ngejar malah ditahan (pintu kelasnya dikunciin lagi). Lalu pas saya panik keluar nyari sepatu, Deasy dengan entengnya bilang “Tak buang noh hahaha…”. Muka saya pucet ngelihat bak sampah yang isinya dus makan siang warna putih (sepatu saya juga putih), masak saya harus ngubek2 bak sampah sih…
Saya panik sampai tanya mas-mas OB segala, ‘Mas lihat sepatu saya nggak..?’ (mana mas nya tau lah… -___-‘’ odongss).
Saya sudah hopeless ketika si Arif keluar kelas dan bilang… “Ituloh di dekat taneman…”
Saya buru-buru ke tempat yang ditunjuk Arif dan menemukan sepatu saya... uhuhuhuuwwww (Arif baikkk T-T).
Yah…entah mengapa walaupun saya dibully dan dikatain obsolete, tapi saya tetep kangen Mbak Wi dan semuanya yang berkasta lebih tinggi hahaha…

Sebetulnya masih ada banyak hal yang saya kangenin dari Wisma Ismail.
  • Saya kangen tipi gede nya yang rusak (sudah sempat kami perbaiki dan pinjem antene abah, pas  dibeliin antene sama ibu kos, tipinya malah ngadat dan gak bisa nyala lagi, sama sekali…)
  • Saya kangen masak nasi pake rice cooker geje di kos (kalo beras yang murah, nasinya bahkan gak bisa bertahan lebih dari semalem)
  • Saya kangen kulkas yang isinya penuh macem-macem nggak jelas punya siapa
  • Saya kangen jemuran yang sudah ancur. Yang kalo ujan dan rempong diangkat ke dalem, pasti baju-bajunya berguguran 
  •  Saya kangen gallon aqua yang beli di pak MAMO yang sekarang kami hibahkan buat wisma Ismail ( tadinya mau dijual lagi sih)
  • Saya kangen pesen nasgornya abang Scorpion (bukan nama aseli, tapi abangnya baik dan rela nganter nasgor sampek manjat pagar kosan)
  • Saya kangen kamar saya dan Deasy, yang lembab dan atapnya jamuran
  • Saya kangen kamar mbak Mia dan Mei yang hangat, terang dan sering jadi tempat curhat
  • Saya kangen kamar Mbak Wi, Irma dan Vicky yang barangnya berceceran dimana-mana sampe ke gorong-gorong…

Saya juga kangen tokoh-tokoh pendukung di Wisma Ismail…
  • Emak = Ibu sekretaris direksi yang ngontrak di lantai 1. Suka masak buat abah (kita bisa ikut makan), suka belanja, suka jalan-jalan sama Mei, suka ke gereja sama Irma, suka plesir ke luar negeri.
  • Abah = bapak yang kamarnya deket sama rusunawa 1 dan 2. Orang jatim yang geje. Manis dan ganteng sebener e. dan dia yang tadinya kalem jadi suka salting n ngakak kalo ngobrol, terutama sama mbak Dewi (ihir)
  •  Kakek = bapak di kamar satunya lagi, sudah lebih tua. Dan dia suka masak tiap pulang kerja. Masakannya mesti wanginya enaaaakkk beuuddd.
  • Ibu Minanti (landlady)  = cantik beuuddd orang Cirebon. Suami dan anaknya bule New Zealand.
  •  Ibu (yg suka bersih2 kos) lupa namanya he maaapp = selalu ngambilin sampah kami, bisa benerin kunci pintu, pokoknya serba bisa deh.

Memori terakhir di kos yang saya ingat adalah… sebelum kami pisah ke pabrik masing-masing.
Pulang perpisahan CT di HO, kami jalan kaki kayak biasa. Menelusuri jalan JOhari, jalan Ismail sambil membayangkan besok gak lewat jalan ini lagi.
Lalu bersih-bersih mandi, solat seperti biasa. Lalu (bodohnya) saya salim sama Deasy lalu malah nangis kejer lama banget, dan pas Mbak Dewi masuk buat bikin ketawa, saya malah nangis tambah kenceng.  Habis itu kami doa perpisahan makan sate sama Emak-Abah, saya nangis lagi.
Habis itu kami packing. Lalu Bobok.

Malam terakhir di Wisma Ismail. 
Jam 2 pagi, saya ngelihat samar-samar si Deasy udah mandi, udah packing. 
Jam 3 pagi, semua sudah siap dengan jemputannya masing-masing ke bandara dan ke tempat travel. Tinggal saya yang paling deket menunggu berangkat jam 6 pagi.

Saya yang terakhir merasakan sarapan sendiri di kosan yang biasanya rame.
Saya yang terakhir dilepas naik taksi sama Abah Emak dan si Kakek.
Saya yang terakhir menengok kebelakang, ke kosan kami yang punya banyak kisah…

Terlalu banyak pokoknya kenangan yang gak bisa saya tuliskan terutama yang berhubungan dengan kehidupan anak cewek di kosan. Pastinya, kalau bisa disuruh memilih, kalau kembali ke HO, saya pengen kumpul sama cewek-cewek berenam ini, sama-sama di wisma Ismail lagi. Makan bareng lagi, karaokean lagi, curhatan lagi, main BINGO lagi, ngegosipin cowok-cowok lagi… :D
Wish we gonna meet again~soon

Semoga bisa ya… Amin…
MISS U all GiRLs… :D Take Care…
CT-1 !! Be the ONE ! Be The BEST! LUAR BIASA !!!

(Note: sayang saya nggak tau detail kehidupan anak cowok di kosan, kalau tau pasti saya buat reportnya  juga haha…)