Minggu, 02 Januari 2011

...they're our LEGACY...(tahun baruan kampung saya)


Sore tadi…..
(masih) hari kedua di tahun 2011…

Dari lapangan di belakang rumah si mbah,
…ada suara-suara berisik yang sudah mengganggu kuping saya sejak pagi…
Dengan musik yang berubah-ubah tiap jamnya…
Tadi pagi kedengarannya keroncong,,,
Siang-siang jadi dangdutan,,,,
Dan sekarang malah kedengarannya seperti gamelan~gending jawa…

Karena saya orangnya termasuk cuek (intinya malas keluar rumah),
So I’ve decided to ignore it
…till BAPAKe nyeletuk~
“mit, gak nonton jatilan??? Dulu tontonan mu loh pas cilik…”
>>>Saya berpikir sejenak; sekitar setengah jam-an (itu mah gak sejenak -__-‘’)

Sampai akhirnya saya mengambil gorengan di meja, minuman gelas rasa stroberi, meninggalkan laptop dalam keadaan layar OFF, dan mengalungkan hape ke leher...

 ...ternyata, lapangan belakang rumah sudah dipenuhi warga yang datang menonton hiburan gratis!
(OKE, saya telat~ini berita basi, coz saya seharian ga keluar rumah)
...meski hanya dengan traktak sederhana yang dibagi dua, para pemain gamelan tetap semangat memainkan musiknya mengiringi para penari~
ini rupanya yg ingin diperlihatkan Bapak saya...
~sudah lama sekali memang, saya gak melihat kesenian jatilan secara langsung...



>>mas-mas dengan kostum warna-warni yang 'memainkan' kuda kepang/jaranan/kuda lumping~or watever it's called...

>>mas-mas bertopeng yang kakinya gemerincing (kayak pake ban yang dipasangi 'somting' yang bunyi setiap kali kaki mereka menghentak tanah)...

>>mas-mas yang berlari-lari mengitari lapangan dengan kostum BARONG (bentukannya kaya leak-->kalo di Bali, atau kaya barongsai-->kalau yg maen orang Cina)..

>>mas-mas telanjang dada yang menggelepar-gelepar di tanah (yang kebetulan bechek berlumpur habis hujan)...mas-mas ini bergerak sesuka hati akibat 'kemasukan' sesuatu ~ keadaan ini biasa kita sebut KESURUPAN...

sesaat saya merasa biasa saja, 
sesaat kemudian saya bergidik ngeri ketika mas-mas yang kesurupan mulai merambah ke bagian penonton, mencari korban...
>>>bahkan Bapake berkali-kali menarik saya mundur... ~"rak sah dekat-dekat" begitu katanya....

...tapi beberapa detik kemudian saya menyadari sesuatu...


Kesenian-kesenian semacam ini sudah sangat jarang ditemui...
terbukti~kalo di kota-kota ada perayaan sesuatu, yang didatangkan malah BAnd-band, baik band ibukota, sampai band dalem kota yang cuma ada 2 opsi>>>kalo gak berisik, yha FALS...

anak muda lebih senang nonton konser musik gratisan ketimbang nonton 'mas-mas MAKAN beling, kembang, kemenyan, dkk'....

saya lantas takjub mengingat warga kampung sini yang memilih hiburan awal tahun berupa kesenian jatilan...
Sebuah WARISAN NENEK MOYANG yang menggabungkan unsur magis dan seni...

dan yang membuat saya lebih bangga, banyak anak muda yang berpartisipasi >> entah itu ikut main gamelan, atau ikut-ikutan main jaranan (meski ada yang cuma ikut-ikutan kesurupan), 

sayangnya yang nembang jawa tetep 'mbah-mbah' keriput >>> semoga lain kali ada penerusnya...


~tulisan ini mungkin cuma sekedar report atau catatan kecil, intermezzo dari keseharian saya di kampung yang kurang lebih monoton...

Tapi yang pasti saya adalah satu dari sedikit banyak generasi muda yang cinta SENI>>> meski sehari-harinya bergelut dengan hal-hal berbau 'teknik' yang jauh dari kesenian...


Kalau bukan kita yang mau memainkan kesenian ini? Siapa lagi?

Kalau bukan kita yang mengapresiasi WARISAN ini? Siapa lagi?

                                                                                                          
                                                                                                          SBU~@roemahMAgelang




2 komentar:

griyatawang mengatakan...

Wewwww keren2, ga ikut sekalian njathil? Hahahahah...linkback yah

Anonim mengatakan...

nice :)